Sabtu, 06 Agustus 2011

raja spam facebook menyerahkan diri

pria
yang dikenal dengan sebutan
'Raja Spam' di situs jejaring
sosial Facebook akhirnya
menyerahkan diri ke Biro
Investigasi Federal AS (FBI) .
Ia akhirnya dibebaskan
setelah diharuskan
membayar denda sebesar $
100 ribu atau sekitar Rp855
juta.
Pria bernama Sanford
Wallace itu menyerahkan diri
ke markas FBI di California,
AS, seperti dilansir dari
laman CNN Jumat 5 Agustus
2011. Para jaksa menuduh
pria ini telah menciptakan
sebuah program yang dapat
menembus filter spam
Facebook dan membujuk
penggunanya untuk
memberi detail akun.
Wallace menolak hukuman
10 tahun penjara yang
dikenakan padanya atas
tuduhan itu. Akhirnya, ia
dibebaskan setelah
diharuskan membayar
denda sebesar $100 ribu
atau Rp855 juta.
Para jaksa mengatakan,
program buatan Wallace
dengan mengirim pesan
ditembok akun
penggunanya, yang
mendesak pemilik akun
untuk mengunjungi sebuah
halaman web dimana detail
akun mereka bisa dicuri.
Setelah itu, pengguna akan
dialihkan menuju situs lain
yang bisa menghasilkan
sejumlah uang untuk
Wallace.

Program ini juga mencuri
data jumlah teman para
penggunanya dan mengirim
pesan spam di 'wall' mereka.
Selama November 2008
hingga Maret 2009, tercatat
sekitar 500 ribu akun
Facebook menjadi korban
pria asal Las Vegas ini. Itu
berarti, sudah sekitar 27 juta
pesan spam yang terkirim di
Facebook.

Wallace dijerat enam
tuduhan penipuan melalui
surat elektronik, tiga
tuduhan tentang
pengrusakan yang disengaja
terhadap komputer yang
dilindungi, dan dua tuduhan
perbuatan kriminal.
Sebetulnya, Facebook sudah
menuntut pria ini pada 2009
lalu, dan pengadilan tinggi
telah memerintahkannya
untuk tidak mengakses
Facebook.
Namun pria ini
masih saja bandel dengan
tidak mengindahkan
perintah itu.
Wallace sebelumnya juga
pernah terlibat kasus yang
sama di situs jejaring sosial
MySpace pada 2008. Ia
mengirimkan pesan spam
dalam jumlah besar pada
pengguna MySpace.

Source: vivanews
Published with Blogger-droid v1.7.2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar