Di bulan Februari 1657, sebuah upacara kecil
dilakukan di kota Tokyo, untuk menolak bala.
Dalam upacara kecil itu, seorang Pendeta
bermaksud membakar sebuah Kimono, yang
dianggap membawa sial. Kimono
tersebut telah dimiliki oleh 3 orang anak
perempuan yang semuanya meninggal
sebelum sempat mengenakannya.
Upacara ini tidak akan tercatat dalam sejarah,
bila tidak ada buntutnya. Saat Kimono tersebut
dibakar, angin kencang berhembus dan api
menyebar ikut melahap kuil tempat upacara
dilakukan. Tidak berhenti disitu, api ikut
menghancurkan hampir tiga perempat (75%)
bagian kota Tokyo.Tercatat 300 kuil ikut
terbakar, ditambah 500 bangunan besar,
9.000 toko, dan 61 jembatan. Korban yang
jatuh dalam kebakaran tersebut mencapai
sekitar 100.000 orang. Semua karena Kimono
pembawa sial...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar